Radio Da'wah

Browser tidak support

11.1.11

Republik Copet


“Alangkah Lucunya Negeri Ini” Itulah judul film fenomenal besutan aktor senior bertangan dingin Deddy Miswar. Dalam film itu saya terkesan dengan adegan yang diambil di depan gedung DPR/MPR. Di sana, seseorang menjelaskan berbagai hal tentang DPR yang kepajangannya adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Mendengar penjelasan orang tersebut seorang anak yang berprofesi sebagai copet bertanya kepadanya, “Wakil copet ada apa tidak?”

Pertanyaan tersebut memang terkesan lucu dan menggelitik. Tetapi pertanyaan tersebut membuat saya terbelalak karena meski pertanyaan itu hanyalah pertanyaan ringan seorang bocah tetapi mengandung makna yang begitu mendalam. Kita harus mengakui bahwa copet merupakan sebuah ‘profesi’ yang sudah ada di negeri ini sejak jaman dulu. Dan memang harus ada perwakilannya di gedung DPR sana. Lho mengapa demikian? Bukankah copet sangat meresahkan pengguna bus umum atau kereta api? Bukankah pekerjaan mencopet di larang Agama? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang harus segera dijawab.


Ya memang benar copet sangat meresahkan tetapi hanya meresahkan pengguna angkutan umum. Petani yang ada di puncak gunung sana tidak akan pernah dibuat risau oleh pencopet. Copet hanya menggunakan kecepatan tangannya untuk mengambil dompet orang lain yang lengah. Sekarang coba bandingkan dengan copet-copet yang gentayangan di dalam gedung dewan dan kantor-kantor pemerintahan. Ada banyak jenis copet yang ada di negeri ini yang tidak mungkin kita bahas semuanya di sini. Tetapi ada beberapa copet unggulan yang perlu dipertimbangkan untuk kita ketahui. Beberapa jenis ‘copet’ tersebut antara lain:

Copet Dewan Perwakilan
Dengan menggunakan tangan-tangan ghaib “invisible hands” mereka mencopet ayat-ayat hukum positif yang berlaku untuk mengeruk kekayaan negara menjadi kekayaan pribadi. Jenis ‘copet’ yang ini bukan hanya meresahkan pengguna angkutan umum tetapi juga meresahkan petani yang ada di gunung tinggi, meresahkan kuli bangunan, meresahkan MUI dan masih banyak lagi orang yang diresahkan oleh mereka bahkan para copet yang beroperasi di angkutan umum juga secara tidak langsung dibuat resah oleh ulah copet yang ada di Gedung Dewan ini. Kesimpulannya, wakil copet bukan hanya ‘ada’ di gedung megah itu tetapi ‘BANYAK’ dari mereka memang berprofesi sebagai copet. Pendeknya, semua penghuni negeri, baik secara langsung atau tidak langsung, akan dibuat resah oleh para pencopet jenis ini. Masih ingat dalam ingatan kita bagaimana mereka ‘mencopet’ ayat rokok dengan tangan-tangan ghaib mereka. Mereka yang terlibat hanya di ‘tipiring’ saja sehingga rakyat yang merupakan pemilik Negara ini tidak tahu sanksi apa yang diterima para ‘pencopet’ ini. Coba kita bandingkan dengan copet yang ada di bus atau kereta api, mereka akan digebuki massa hingga nyawa terlepas dari raga, sungguh berat sanksi untuk copet kecil, sedangkan copet kakap yang pintar bisa kembali mencopet keadilan dari para penegaknya dengan menggunakan uang hasil mereka mencopet undang-undang—SELAMATLAH mereka. So, sampai di sini terjawablah sudah pertanyaan bocah di film tersebut.

Copet di Penjara
Adakah copet di penjara? Pertanyaan itu tidak perlu kita ajukan karena jawabannya sudah jelas, “BANYAK.” Masih jelas dalam ingatan bagaimana seorang RATU SUAP bernama Artalita Suryani atau Raja Mafia Pajak Gayus Tambunan mencopet harga diri para petugas penjara—mulai dari Ka Lapas hingga jongos penunggu jeruji besi sehingga mereka ‘sekarat’ di depan tumpukan uang haram yang disodorkan para COPET tersebut. Dengan kekuatan uang hasil mencopet Artalita berhasil mengubah ruang penjara yang biasanya pengap dan berdesak-desakan menjadi ruang dengan fasilitas hotel bintang lima plus sauna dan ruang hiburan. Gayus dengan sumber pendapatan yang kurang lebih sama berhasil keluyuran ke Bali bahkan ke Makau, KL dan Singapura. Dan para pegawai LAPAS yang harga dirinya sudah dicopet para koruptor, mereka gantian mencopet hak-hak yang seharusnya didapatkan para napi kelas ‘kere’ seperti ‘pencuri’ 3 buah kakau, 10 kg kapuk, setandan pisang, sebuah semangka dan sebangsanya. LUAR BIASA LUCUNYA NEGERI INI. Sebuah negara memang akan terlihat lucu jika orang yang hidup di dalamnya selalu memandang/mengukur sesuatu dengan uang—ya kurang lebih seperti INDONESIA dech. Sekedar diketahui, Indonesia masih menjadi pemegang juara UMUM dalam kompetisi Negara Terkorup di Asia Pasific. Semoga gelar prestisius ini mampu kita pertahankan di tahun-tahun mendatang dengan cara melakukan pemusatan latihan ARTALITA GAYUS secara berkala dan berkelanjutan.

Copet di Kepolisian
Wakakkkkk…… yang ini nggak perlu dibahas dech…karena mereka membawa senjata…….!!!
Dan masih banyak lagi copet-copet lain yang berkeliaran di negara bernama INDONESIA ini, baik di pengadilan, kejaksaan bahkan di kalangan kita sendiri—RAKYAT KECIL. Misalnya, guru mencopet waktu, pedagang mencobet timbangan, kuli bangunan mencopet aspal, juragan mencopet keringat bawahan dan lain sebagainya. Semoga kita semua dihindarkan olehNya dari segala tipu daya copet dan juga terhindar dari kemungkinan MENJADI COPET atau sekedar bermental copet. Amiin… love11,1,11

Selengkapnya...

25.12.10

"Romantisme" Aneh antara Nasrani dan Yahudi


Diakui atau tidak semenjak Nabi Besar Muhammad SAAW diutus untuk memperbaiki akhlak manusia di dunia, terdapat fenomena aneh yang sulit diterima akal sehat yaitu hubungan yang begitu ‘Romantis’ antara Yahudi (Judaisme) dan Nasrani (Kristen). Semua kita, yang Muslim, sudah tahu bahwa Nabi Isa AS, diangkat ke langit oleh Allah ketika akan dibunuh (disalib) oleh Yahudi dengan pemimpinnya Judas Iskariot. Tetapi Iman Kristiani mengatakan bahwa nabi Isa (Yesus-dianggap sebagai anak tuhan) benar-benar telah disalib oleh Yahudi (Judas) hingga meninggal untuk menebus dosa-dosa umat manusia dan kemudian dibangkitkan.

Pertanyaan yang muncul adalah, mengapa sekarang kaum Nasrani justru berhubungan erat dengan Yahudi? Dan tidak membenci mereka padahal merekalah yang telah ‘membunuh’ Yesus-‘tuhan’ mereka. Mengapa tidak ada satupun ayat dalam Bible yang mengecam Yahudi. Padahal Yahudi menuduh Isa anak Maryam sebagai anak akibat zina dan Bunda Maria (Siti Mariam R.A.) sebagai seorang pezina? Mengapa Negara-negara Barat (Kristen/Katholik) justru berkonspirasi dan bersikeras mendirikan, membela dan mempertaruhkan apapun demi eksitensi negara Yahudi (Israel)? Dengan mengusir dan meng-genosida bangsa Arab di Pelestina yang mayoritas Muslim. Mengapa Negara-negara Barat percaya dengan fitnah dan propaganda Yahudi yang berhasil mengaitkan Islam dengan teroris? Meski hasil investigasi FBI jumlah teroris muslim hanya 6% dari seluruh teroris yang ada di dunia. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang perlu mereka jawab.

Padahal kalau mau jujur kaum Nasrani seharusnya bersatu dengan Muslim untuk melawan Yahudi (Judaisme) karena merekalah yang telah menghina dan membunuh Yesus. Dan, ayat Al Qur’an justru membela Siti Mariam (Bunda Maria) dan Nabi Isa AS (Jesus) dari fitnah keji Yahudi. Al Qur’an benar-benar mengagungkan dan mensucikan keduanya,


“(Ingatlah) tatkala berkata malaikat: wahai Maryam! Sesungguhnya Allah mem¬beritakan kepada Engkau bahwa engkau akan dapat satu kalimah daripadaNya, namanya Almasih Isa anak Maryam, yang termulia di dunia dan di akhirat, dan seorang dari mereka yang dihampirkan” QS. Al Imran 45.

Anda menganggapnya aneh? tapi itulah yang terjadi. Kenyataan ini semakin memperkuat keontentikan Al Qur’an.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada kamu sampai kamu mengikuti agama mereka.” QS. Al-Baqarah,120. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Tulisan ini tidak bermaksud mengatakan bahwa semua ummat Nasrani bersekutu dengan pembunuh 'tuhannya.' Apalagi fakta juga berkata bahwa kaum Yahudi sendiri ada yang sangat menentang pendirian Negara Illegal bernama Israel, apalagi Nasrani. Sekte Yahudi penentang Israel ini di kenal dengan nama Yahudi Naturei Karta. Dan masih banyak dari mereka (Yahudi dan Nasrani) yang masih memiliki nurani manusia dan menentang pendirian negara ilegal yang berdasar pada tumpahan darah bangsa Muslim Arab Palestina. love251210
Selengkapnya...

5.11.10

Ketika TVONE 'Ditonjok' Narasumbernya Sendiri

Pagi itu seperti biasa TVone dengan sedikit lebay menghadirkan Apa Kabar Indonesia Pagi dengan nara sumber Prof. Sarlito dan Jaya Suprana. Mereka ingin ditanya pendapatnya tentang kekerasan yang sangat sering terjadi di masyarakat. Maka dengan penuh percaya diri bertanyalah seorang wanita cantik yang menjadi Host acara itu kepada narasumber tentang apa sebabnya sehingga begitu sering terjadi aksi masa dan kekerasan di Indonesia. Host itu tentu berharap akan ada jawaban yang marketable dengan menyebutkan masalah-masalah horisontal atau dikaitkan dengan agama, mungkin seperti itu harapan si Host.

Tapi jawaban nara sumber justru sangat jauh dari dugaan karena Prof. Sarlito mengatakan bahwa penyebab utama dari segala macam kekerasan horisontal itu adalah media massa, terutama televisi, dan para narasumber yang didatangkan di sini (sambil menunjuk tempat duduknya) jaya supranapun mengamini apa yang disampaikan Prof. Sarlito. tampak sekali keterkejutan si host acara itu karena merasa tertohok oleh pernyataan narasumber yang mereka undang sendiri. Prof. Sarlito juga 'menasehati' TVone dan TV-TV lainnya supaya tidak perlu menayangkan aksi-aksi kekerasan yang terjadi di masyarakat.

Memang selama ini media TV terutama TVone selalu menjadi yang terdepan dalam menyiarkan aksi-aksi masa yang berbau kekerasan bahkan kekerasan masa seolah menjadi sumber mata pencaharian mereka. lihat bagaimana mereka selalu LIVE jika terjadi aksi mahasiswa Makassar yang menjurus pada tindak kekerasan dan perang batu, tapi justru sangat sedikit mereka menyiarkan acara-acara rekonsiliasi yang terjadi di masyarakat. Alih-alih menyiarkan acara rekonsiliasi, TVone justru menayangkan ulang kejadian-kejadian kekerasan di masa lalu dengan pengantar yang berbeda terutama jika menyangkut ummat Islam. SEMOGA MEREKA SEGERA BERTAUBAT DAN MENJADI MEDIA MASSA YANG BENAR-BENAR MENJADI PENYEJUK PERSATUAN BANGSA BUKAN MENJADI MEDIA PROVOKATOR.
Selengkapnya...

10.4.10

Ciptaan Allah dan The Golden Ratio

Oleh Dr. Mohamad Daudah
Dikutip dari www.eramuslim.com


Golden Section juga dikenal dengan nama The Golden Mean, Golden Ratio, dan Divine Proportion (The Golden Section). Dijabarkan sebagai sebuah rasio yang berasal dari huruf Yunani : phi Op), rasio the golden mean sama dengan atau mendekati bilangan 1.618033988749895 or (1+'q5)/2 (The Golden Mean, MathSoft Constants) yang termasuk di dalamnya satu set konstruksi geometrik untuk memisahkan satu ruas garis menjadi banyak bagian dimana nilai rasio/perbandingan garis yang panjang berbanding total panjang garis sama dengan atau mendekati nilai perbandingan dari garis yang pendek berbanding dengan garis yang panjang (The Golden Section).

The Golden Mean sebagai sebuah rasio/perbandingan kompleks yang berasal dari huruf Yunani phi ((p) menggambarkan satu set figur geometrik yang termasuk di dalamnya ; garis, segiempat, dan spiral. Figur-figur tersebut jika digambar sesuai dengan the Divine proportion dianggap sebagai bentuk yang sempurna dan paling memuaskan secara estetis. The Golden Section telah digunakan sejak jaman klasik dalam berbagai penerapan termasuk dalam bidang seni, arsitektur, dan spiritual karena pendekatannya terkait dengan hal yang bersifat ideal dan tentunya menyentuh sisi-sisi ketuhanan sebagai sesuatu yang absolut.

Angka Fibonacci

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, …

Angka Fibonacci memiliki satu sifat menarik. Jika Anda membagi satu angka dalam deret tersebut dengan angka sebelumnya, akan Anda dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Nyatanya, angka ini bernilai tetap setelah angka ke-13 dalam deret tersebut. Angka ini dikenal sebagai "golden ratio" atau "rasio emas".

GOLDEN RATIO (RASIO EMAS) = 1,618
233 / 144 = 1,618
377 / 233 = 1,618
610 / 377 = 1,618
987 / 610 = 1,618
1597 / 987 = 1,618

Anda akan melihat betapa hebat Allah dalam presentasi ini, dan ini menyajikan bukti-bukti tentang keberadaan Allah.

Semua ciptaan di alam semesta ini mengikuti rasio ilahi ini.
- Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku = 1. 618

- Jarak antara pusar dan bagian atas kepala / jarak antara garis bahu dan bagian atas kepala = 1. 618.

- Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan ujung kaki = 1. 618.

Bahkan kaki Anda juga menunjukkan phi. Kaki memiliki beberapa proporsi berdasarkan garis phi, termasuk: bagian tengah lengkungan kaki dan telapak kaki; bagian dasar garis dan ujung jempol kaki; bagian atas garis ujung dan bagian bawah jalur riwayat kaki.
Jari-jari kita memiliki tiga ruas. Proporsi dari dua bagian jari dengan panjang jalur riwayat juga menunjukkan rasio emas. Anda juga dapat melihat bahwa proporsi jari tengah terhadap jari kelingking merupakan rasio emas pula.

Wajah Manusia

Total lebar dua gigi depan pada rahang atas dibagi dengan tingginya menghasilkan rasio emas. Lebar gigi pertama dari tengah dibandingkan gigi kedua juga menghasilkan rasio emas.

Allah berfirman dalam Alquran: “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang. Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (QS. Al-Infitar, 7-8)

Panjang wajah / lebar wajah = 1,681
Panjang mulut / lebar hidung = 1,681
Lebar hidung / jarak antara lubang hidung = 1,681
Jarak antara pupil / jarak antara alis = 1,681
Jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala / panjang kepala = 1. 618

Paru-paru

Salah satu fitur dari jaringan bronkia yang membentuk paru-paru adalah bentuknya yang asimetris. Sebagai contoh, tenggorokan terbagi menjadi dua bronkus utama, yang pertama panjang (di sebelah kiri) dan yang kedua pendek (di sebelah kanan). Percabangan asimetris ini terus berlanjut ke subdivisi berikutnya dari bronki. Itu dipastikan bahwa pada seluruh percabangan ini proporsi bronkus pendek ke panjang selalu 1/1.618.

Spiral

Sebuah persegi panjang yang perbandingan panjang sisi-sisinya sama dengan rasio emas dikenal sebagai "persegi panjang emas." Sebuah persegi panjang yang panjang dan lebarnya masing-masing berukuran 1,618 dan 1 satuan panjang adalah persegi panjang emas. Mari kita letakkan sebuah bujur sangkar di sepanjang sisi lebar dari persegi panjang ini dan menggambar seperempat lingkaran yang menghubungkan dua sudut dari bujur sangkar ini. Kemudian, kita gambar satu bujur sangkar lagi dan seperempat lingkaran pada sisi yang selebihnya dan melakukan hal demikian pada seluruh persegi panjang yang ada pada persegi panjang utama. Jika Anda melakukan hal ini, pada akhirnya Anda akan mendapatkan sebuah spiral.

Pakar keindahan asal Inggris William Charlton menjelaskan bagaimana orang-orang menyukai bentuk spiral dan telah menggunakannya selama ribuan tahun. Ia menyatakan bahwa kita menyukai bentuk spiral karena penglihatan kita dapat dengan mudah mengikuti bentuk tersebut.

Spiral yang didasarkan pada rasio emas memiliki rancangan paling tak tertandingi yang dapat Anda temukan di alam. Sejumlah contoh pertama yang dapat kita berikan adalah susunan spiral pada bunga matahari dan buah cemara. Bentuk-bentuk lengkung spiral ini senantiasa sama dan bentuk dasarnya tidak pernah berubah berapapun ukurannya. Tidak ada bentuk mana pun dalam matematika yang memiliki sifat ini.



Rasio Emas pada DNA

Molekul yang mengandung informasi tentang seluruh sifat-sifat fisik makhluk hidup juga telah diciptakan dalam bentuk yang didasarkan pada rasio emas. Molekul DNA, cetak biru kehidupan, didasarkan pada rasio emas. DNA tersusun atas dua rantai heliks tegaklurus yang saling berjalinan. Panjang lengkungan pada setiap rantai heliks ini adalah 34 angstroms dan lebarnya 21 angstroms. (1 angstrom adalah seperseratus juta sentimeter.) 21 dan 34 adalah dua angka Fibonacci yang berurutan.

Rasio Emas pada Makkah dan Ka’bah


Al-Qur’an memberi isyarat tentang hubungan antara Kota Makkah dan Golden Ratio, yaitu di dalam Surah Ali Imran ayat 96. Jumlah total semua huruf dari ayat ini adalah 47. Menghitung Golden Ratio dari total surat, kata Makkah tersirat : 47/1.618 = 29,0. Terdapat 29 surat-surat dari awal sampai ayat kata, Makkah seperti dalam peta dunia. Jika hanya satu kata atau huruf yang hilang, rasio ini tidak pernah bisa dipakai. Kita menyaksikan koherensi sejumlah surat yang mengungkapkan hubungan antara Mekah dan Golden Ratio.

Penemuan mengenai hubungan antara Golden Ratio, Mekkah, Ka’bah dan Qur’an telah meningkat dari hari ke hari. Pada gambar, itu menunjukkan bahwa pengukuran dengan rasio emas kompas yang juga dikenal sebagai Kompas Leonardo, membuktikan bahwa kota Mekah terletak di Golden Ratio Point of Saudi sementara Ka’bah terletak di Mekah Golden Ratio City. Menurut perhitungan probabilitas, semua bukti ini tidak dapat insidentil (terjadi secara kebetulan).
Selengkapnya...

24.8.09

Islamophobia di Negara Islam? Aneh tapi Ada

Kadang dalam benakku ada pertanyaan, yang goblog itu SAYA ataukah TNI/POLRI? Kalau di Inggris, Amerika Serikat, Swiss, Belanda dll., orang Islam dilecehkan aku masih bias “mengerti” karena mayoritas memang Non Muslim ditambah lagi dengan pemberitaan media tentang islam yang selalu negative. Tapi kalau ini terjadi di Negara seperti Indonesia, baru aku tidak bias mengerti.

Di Negara ini mayoritas penduduknya Muslim tetapi justru muslim menjadi bulan-bulanan media dan akhir-akhir ini oleh TNI/POLRI. POLRi akan mengawasi setiap pengajian bulan Ramadhan, bahkan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Haryadi Soetanto, lebih gila lagi yaitu “memfatwakan” supaya masyarakat melaporkan orang bersorban dan berjenggot kepada pihak berwajib.

Untung Jenderal yang satu ini hidup di jaman sekarang, di mana pemimpinnya juga seperti itu, seandainya dia hidup di jamannya Pangeran Diponegoro atau Tuanku Imam Bonjol pasti dia sudah dibunuh terlebih dahulu oleh beliau berdua sebelum para pahlawan itu membunuh si Kafir penjajah belanda.

Aneh memang, jika pejabat-pejabat TNI/POLRI berasumsi negative terhadap ummat muslim yang jumlahnya mencapai 1.5 Milyar hanya dengan melihat Nordin Muhammad Top dkk. Pengawasan terhadap pengajian merupakan perbuatan yang melecehkan majelis ILMU, payahnya lagi POLRi tidak menjelaskan ceramah seperti apa yang “provokatif” itu. Setahu saya yang namanya pengajian ramadhan tidak jauh-jauh dari masalah puasa. Teroris tidak akan pernah ceramah di masjid secara terbuka. Pelaku bom bunuh diri selama ini tidak ada yang memakai sorban. Trus apalagi dalih POLISI untuk membenarkan tindakannya yang ‘ngawur’ itu? Love09

Selengkapnya...

19.8.09

Adakah Pemandangan Seperti ini di Negara-Negara Barat

_____________ Masjid Jami' Kota Malang berdampingan dengan Gereja_________________

Tulisan ini saya angkat karena adanya keprihatinan yang menggelayut di hati setelah mengikuti berbagai forum yang menyatakan bahwa kaum Muslim Indonesia melakukan diskrimansi terhadap kaum minoritas. Mereka banyak yang mengklaim bahwa Indonesia sudah bukan tempat yang nyaman lagi bagi kaum minoritas.

Foto di atas jelas menunjukkan bahwa negara muslim memiliki toleransi yang lebih dibandingkan dengan negara-negara Non Muslim. Dan seharusnya Indonesia tidak belajar demokrasi ke Negara-negara Barat justru mereka yang mengklaim sebagai dedengkot Demokrasi seperti USA, UE, Australia dkk.lah yang harus belajar demokrasi dan toleransi ke Indonesia.

Di Italia kaum muslim kesulitan membangun Masjid karena berbagai alasan yang tidak mendasar dan terkesan dibuat-buat. Dan hal serupa juga terjadi di Inggris, Amerika Serikat, bahkan di seantero Eropa. Itu hanya sebagian kecil saja karena ternyata juga terjadi hampir di semua negara di mana kaum muslim sebagai kaum minoritas.

Sekarang sudah saatnya kita membuka mata dan mengamati dengan hati nurani benarkah kaum muslim itu PENINDAS, TERRORIS, dan sejenisnya???? Memang tidak dipungkiri ada beberapa kelompok Muslim 'radikal' tapi jumlahnya sangat kecil dibandingkan dengan jumlah kaum Muslim secara keseluruhan yang mencapai 1,3 Milyar di seluruh dunia. Sungguh sempit pemikiran seseorang yang menggeneralisasi kaum muslim itu sebagai Teroris hanya dengan melihat sekelompok orang Muslim 'radikal' dan mengabaikan 1'3 Milyar Muslim lainnya. Dan kalau mau jujur, sebenarnya muslim 'radikal' itu juga dicetak oleh para 'penguasa dunia' seperti USA dan UE dengan sikap TIDAK ADIL mereka terhadap dunia muslim. Keperpihakan buta mereka terhadap Israel adalah contoh yang nyata.Gambar di atas adalah salah satu pemandangan indah di Jalan Merdeka Barat Kota Malang, sebuah pemandangan yang tidak mungkin ada di negara-negara "DEMOKRASI". Dan pemandangan seperti ini tidak hanya terjadi di Kota Malang tetapi terjadi Hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Lihatlah di Jakarta, di sana ada Gereja Katedral yang berdiri kokoh di dekat Masjid Istiqlal.

Selengkapnya...

10.4.09

Menegakkan Syariah Islam Dengan Golput. Mungkinkah?

Pemilu legislatif sudah berhasil dilaksanakan pada tanggal 9 April kemarin dengan GOLPUT diperkirakan akan keluar sebagai pemenang dengan “unanimous decision”. Tetapi diberbagai milis kita masih bisa membaca/melihat perdebatan panas tentang GOLPUT HARAM, PEMILU HARAM, DEMOKRASI HARAM dan sebagainya. Para pendukung GOLPUT berargumen bahwa PEMILU adalah produk DEMOKRASI dan DEMOKRASI itu HARAM maka hasil produknya juga HARAM. Sementara yang anti GOLPUT sering menggunakan fatwa MUI sebagai rujukan utama. “Kalau sudah tidak percaya kepada ulama, trus percaya siapa lagi” begitu kata mereka.

Kita memang harus mengakui bahwa demokrasi merupakan sebuah system kufur yang saat ini sudah mengarah pada kehancuran. Saat ini kita sudah bisa mengatakan bahwa demokrasi adalah sebuah sistim gagal, meski masih banyak dianut oleh banyak negara, lihatlah apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa saat ini. Bahwa demokrasi itu haram, memang demikianlah adanya. Karena membuat hukum selain hukum Islam itu pasti haram.


Tetapi terlepas dari semua itu, cara ini sudah menjadi system di Indonesia untuk memilih pemimpin. Kita (muslim) tidak akan bisa berbuat apa-apa jika memilih untuk tidak memilih (golput). Secara logika, kita akan sangat sulit untuk mengubah system ini tanpa masuk ke dalamnya dan ‘menggerogotinya’ dari dalam. Pendeknya, syariah Islam akan sangat sulit bisa tegak di bumi Allah ini jika ummat Islam sendiri tidak mengubahnya dari dalam. Kecil kemungkinan syariah Islam akan tegak dengan begitu saja tanpa usaha dari kita semua. Kita akan bisa menegakkan syariah jika kita berperan sebagai pemain bukan sebagai penonton, jika kita bisa menjadi pemimpin dan tidak hanya sebagai rakyat jelata yang tidak berdaya, jika kita berbuat dan tidak hanya mengubar sumpah serapah.

Jika muslim Indonesia masih bersikeras memandang haramnya PEMILU dan banyak yang golput, maka yang terjadi justru partai-partai pro sekuler dan kafir akan menguasai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini dan umat islam yang mayoritas tidak akan bisa berbuat apa-apa karena posisi-posisi vital akan dikuasai pro sekuler dan kafir. Bukti sudah ada. Bisakah kita membayangkan, akan seperti apa nasib RUU PORNOGRAFI jika kubu Islam tidak berhasil menghadang langkah PDIP yang sekuler dan PDS yang kafir? Jawabnya adalah tidak akan pernah ada UU PORNOGRAFI di negara ini.

Oleh sebab itu saya menyarankan kepada saudara-saudara seiman dan sekeyakinan untuk menyalurkan hak pilihnya dengan memilih partai-partai Islam yang, setidaknya, bicara tentang iman tauhid.

FATWA HARAM GOLPUT DALAM PANDANGAN FPI

Beberapa saat yang lalu Indonesia digemparkan oleh adanya fatwa MUI bahwa golput HARAM. MUI yang merupakan organisasi para ULAMA menjadi sasaran kemarahan mereka yang pro GOLPUT dengan semua sumpah serapah mereka.
Fatwa ini langsung menimbulkan PRO & KONTRA yang tidak ada ujung pangkalnya. Tidak sedikit pihak yang mencaci maki MUI, bahkan ada yang menuntut MUI dibubarkan. Terjadinya debat sengit tentang Fatwa MUI tersebut bermula dari pemberitaan berbagai media yang menginformasikan secara singkat bahwa MUI memfatwakan GOLPUT HARAM. Padahal Fatwa MUI dimaksud tidak sesederhana itu.

Dalam Keputusan Komisi Fatwa MUI tentang Masail Asasiyah Wathaniyah (Masalah Strategis Kebangsaan) di butir ke-4 dinyatakan bahwa : MEMILIH PEMIMPIN YANG BERIMAN DAN BERTAQWA, JUJUR (SIDDIQ), TERPERCAYA (AMANAH), AKTIF DAN ASPIRATIF (TABLIGH), MEMPUNYAI KEMAMPUAN (FATHONAH), DAN MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN UMAT ISLAM, HUKUMNYA ADALAH WAJIB.

Selanjutnya, dalam butir ke-5 disebutkan bahwa : MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT-SYARAT SEBAGAIMANA DISEBUTKAN DALAM BUTIR 4 (EMPAT) ATAU TIDAK MEMILIH SAMA SEKALI PADAHAL ADA CALON YANG MEMENUHI SYARAT, HUKUMNYA ADALAH HARAM.

Jika diperhatikan dengan seksama isi kandungan fatwa tersebut ternyata tidak seperti yang diberitakan media. Bahkan dengan jujur harus diakui bahwa fatwa MUI tersebut cerdas dan mendalam, karena disamping berdiri di atas hujjah yang kuat, juga mampu memposisikan diri dengan arif dan bijak, serta selamat dari jebakan politik praktis yang membahayakan.

Uniknya, jika kita ringkaskan kedua butir Fatwa MUI di atas, lalu kita tarik "MAFHUM" nya justru akan menjadi kejutan tersendiri. Perhatikan butir ke-4 sebagaimana tersebut di atas, ringkasannya adalah bahwa : WAJIB MEMILIH PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, butir ke-5 ringkasannya adalah bahwa : HARAM MEMILIH PEMIMPIN YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Dengan demikian, MAFHUM butir ke-4 adalah HARAM GOLPUT JIKA ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, MAFHUM butir ke-5 adalah WAJIB GOLPUT JIKA TIDAK ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Disinilah cerdasnya Fatwa MUI tersebut. Fatwa itu tidak menyebut secara eksplisit tentang Haram atau Halalnya GOLPUT. Memang, bagi yang tidak mau sejenak merenung dengan nalar yang sehat dan pemikiran positif, tentu tidak mudah untuk menangkap pesan MAFHUM Fatwa dimaksud sebagaimana diuraikan di atas. Terlebih lagi bagi yang pola pikirnya selalu negatif dan sentimentatif terhadap MUI, maka tidak akan sampai kepada pemahaman yang benar.

Sebagian orang memang sulit memahaminya, apalagi dalam sejumlah dialog yang dipublikasikan, saat seorang Tokoh MUI didesak dengan pertanyaan : "Jika tidak ada pilihan yang memenuhi syarat, apa kita boleh GOLPUT ?" Dengan tangkas Sang Tokoh menjawab :" Masa' sih, di antara sekian banyak calon pemimpin tidak ada yang memenuhi syarat ? Tentu ada !"

Sekali lagi, itulah cerdasnya MUI, tidak terpancing dengan desakan pertanyaan di atas yang sebenarnya ingin menjebak MUI agar menjawab GOLPUT itu BOLEH atau TIDAK BOLEH. Pancingan tersebut berbahaya, karena ingin menggiring MUI ke dalam POLITIK PRAKTIS.

Karenanya, tidak heran jika ada yang terpeleset dalam memahami Fatwa MUI tersebut. Ada kelompok GOLPUT yang gusar dan panik karena memahami Fatwa MUI sebagai PENGHARAMAN GOLPUT, sebaliknya yang ANTI GOLPUT justru mencurigai Fatwa MUI sebagai PEMBOLEHAN GOLPUT secara terselubung. Semua itu karena pemahaman sepihak yang parsial, tidak komprehensif, lalu mengambil kesimpulan subjektif. Bahkan mungkin yang bereaksi cepat justru belum membaca sama sekali bunyi redaksi dari Fatwa MUI yang dianggap kontroversial tersebut, ia hanya mengandalkan info media tanpa TABAYYUN.

Bagi FPI, Fatwa MUI tersebut sudah pas dan tepat, karena FPI memahami Fatwa tersebut dengan kesimpulan sederhana, yaitu : HARAM GOLPUT JIKA ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I. Sebaliknya, WAJIB GOLPUT JIKA TIDAK ADA PILIHAN PEMIMPIN YANG MEMENUHI SYARAT SYAR'I.

Sedang soal apakah ada calon yang memenuhi syarat syar'i atau tidak, maka hal tersebut kembali kepada Fakta Lapangan. Yang jelas, sikap FPI sesuai Fatwa Ketua Umum FPI, Hb.Muhammad Rizieq Syihab, yang sudah menjadi Keputusan Munas II FPI pada Desember 2008 lalu bahwa HARAM PILIH PARPOL / CALEG / CAPRES / CAWAPRES YANG TIDAK MENDUKUNG PEMBUBARAN AHMADIYAH ATAU YANG BERHALUAN SEPILIS (SEKULARISME, PLURALISME DAN LIBERALISME), TERMASUK SBY - JK JIKA TIDAK BUBARKAN AHMADIYAH ATAU TERUS MENERUS MEMBIARKAN KAUM SEPILIS MENISTAKAN DAN MENODAI ISLAM.
Maka dengan demikian fatwa MUI tersebut jelas sudah tepat jika melihat situasi di Indonesia saat ini. Semoga rahmat Allah selalu tercurah kepada kita semua. Amiin. Tris1004 dari berbagai sumber. (Special thanks to
www.arrahmah.com, www.fpi.or.id)


Selengkapnya...