Radio Da'wah

Browser tidak support

5.11.10

Ketika TVONE 'Ditonjok' Narasumbernya Sendiri

Pagi itu seperti biasa TVone dengan sedikit lebay menghadirkan Apa Kabar Indonesia Pagi dengan nara sumber Prof. Sarlito dan Jaya Suprana. Mereka ingin ditanya pendapatnya tentang kekerasan yang sangat sering terjadi di masyarakat. Maka dengan penuh percaya diri bertanyalah seorang wanita cantik yang menjadi Host acara itu kepada narasumber tentang apa sebabnya sehingga begitu sering terjadi aksi masa dan kekerasan di Indonesia. Host itu tentu berharap akan ada jawaban yang marketable dengan menyebutkan masalah-masalah horisontal atau dikaitkan dengan agama, mungkin seperti itu harapan si Host.

Tapi jawaban nara sumber justru sangat jauh dari dugaan karena Prof. Sarlito mengatakan bahwa penyebab utama dari segala macam kekerasan horisontal itu adalah media massa, terutama televisi, dan para narasumber yang didatangkan di sini (sambil menunjuk tempat duduknya) jaya supranapun mengamini apa yang disampaikan Prof. Sarlito. tampak sekali keterkejutan si host acara itu karena merasa tertohok oleh pernyataan narasumber yang mereka undang sendiri. Prof. Sarlito juga 'menasehati' TVone dan TV-TV lainnya supaya tidak perlu menayangkan aksi-aksi kekerasan yang terjadi di masyarakat.

Memang selama ini media TV terutama TVone selalu menjadi yang terdepan dalam menyiarkan aksi-aksi masa yang berbau kekerasan bahkan kekerasan masa seolah menjadi sumber mata pencaharian mereka. lihat bagaimana mereka selalu LIVE jika terjadi aksi mahasiswa Makassar yang menjurus pada tindak kekerasan dan perang batu, tapi justru sangat sedikit mereka menyiarkan acara-acara rekonsiliasi yang terjadi di masyarakat. Alih-alih menyiarkan acara rekonsiliasi, TVone justru menayangkan ulang kejadian-kejadian kekerasan di masa lalu dengan pengantar yang berbeda terutama jika menyangkut ummat Islam. SEMOGA MEREKA SEGERA BERTAUBAT DAN MENJADI MEDIA MASSA YANG BENAR-BENAR MENJADI PENYEJUK PERSATUAN BANGSA BUKAN MENJADI MEDIA PROVOKATOR.